Jejak Dualisme Pendidikan: dari Pendidikan Eropa hingga Pesantren di Awal Abad ke-20

Authors

  • Muhamad Ihsan Khuluki Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Renata Fifa Aulia Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Fauziyah Zalfa Attazqiya Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto
  • Sutrimo Purnomo Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.55606/jubpi.v4i2.4327

Keywords:

Colonial Education, Educational Dualism, Islamic Boarding School, Priyayi, Santri

Abstract

Educational dualism is a phenomenon that emerged in the Indonesian education system since the Dutch colonial era, which separated Western education from indigenous education. Western education introduced by the colonial government was more oriented towards colonial administrative and economic interests, and was generally intended for Europeans and indigenous elites such as the priyayi class. Meanwhile, indigenous communities widely developed religious-based education through Islamic boarding schools (pesantren) institutions that gave birth to communities of santri (Islamic students). This study aims to analyze the forms of educational dualism in the early 20th century by reviewing three developing educational models: European education, priyayi education, and santri education. The method used is a literature study by examining various books, scientific journals, and historical sources relevant to the development of education during the colonial period. The results of the study indicate that European education functioned as a means of developing an educated workforce that supported the colonial administration, while priyayi education became a path of social mobility for indigenous elites who acted as intermediaries between the colonial government and society. On the other hand, santri education through Islamic boarding schools developed independently and played an important role in maintaining religious values and the cultural identity of the community. Thus, the dualism of education during the colonial period not only reflected the inequality of access to education, but also shaped the social structure and intellectual dynamics of Indonesian society in the early 20th century.

References

Amin, R. (2015). Pengembangan pendidikan agama Islam. PT LKIS Printing Cemerlang.

Anjani, A. R., Amanah, P., & Chadidjah, S. (2025). Pesantren lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan perkembangannya. AT-Tabayyun: Journal Islamic Studies, 7(1).

Apriyana, S. B., Komariyah, S., & Novriyanto, Y. (2022). Pengaruh kebijakan politik etis terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial (JIPSI), 1(1). https://doi.org/10.58540/jipsi.v1i1.17

Arif, M., Sulthon, A., Munfarida, A., Sumadi, E., & Qudsiyah, F. (2014). Pendidikan posmodernisme: Telaah kritis pemikiran tokoh pendidikan. Ar-Ruzz Media.

Aziz, F. M. (2025). Forum for social and humanities studies. Forum for Social and Humanities Studies, 1(1).

Basyit, A. (2019). Dikotomi dan dualisme pendidikan di Indonesia. Jurnal Tahdzibi: Manajemen Pendidikan Islam, 4(1). https://doi.org/10.24853/tahdzibi.4.1.15-28

Bawani, I. (1993). Tradisionalisme dalam pendidikan Islam. Al-Ikhlas.

Budiharso, T., Bakri, S., & Sujito. (2023). Transformation of education system of the pesantren in Indonesia from the Dutch colony to democratic era. Journal of Social Studies Education Research, 14(4), 179–206.

Daulay, H. P. (2004). Pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia. Kencana Prenada Media Group.

Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. LP3ES.

Fahham, A. M. (2020). Pendidikan pesantren: Pola pengasuhan, pembentukan karakter dan perlindungan anak. Publica Institute Jakarta.

Fauzi, & Triono, A. (2021). Dasar-dasar dan teori pendidikan. CV Rumah Kreatif Wadas Kelir.

Hidayat, M. (2016). Model komunikasi kyai dengan santri di pesantren. Jurnal Komunikasi ASPIKOM, 2(6).

Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu pendidikan: Konsep, teori dan aplikasinya. Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).

Imamuddin, T. (2025). Transformasi kurikulum pesantren: Studi literatur tentang pengembangan pendidikan Islam berbasis kebutuhan zaman. Tarbiyah Islamiah: Jurnal Inovasi Pendidikan Islam, 1(1), 1–10.

Kamal, F. (2020). Model pembelajaran sorogan dan bandongan dalam tradisi pondok pesantren. Jurnal Paramurobi, 3(2), 15–26.

Kartodirdjo, S., Sudewo, A., & Hatmosuprobo, S. (1987). Perkembangan peradaban priyayi. Gadjah Mada University Press.

Kusmawati, H., Najib, M. K., Rahmawati, T., & Shofa, D. A. (2023). Perkembangan pendidikan Indonesia pada zaman penjajahan II (abad 20 termasuk masa pendudukan Jepang). EDUCATIONIST: Journal of Educational and Cultural Studies, 2(1), 219–227.

Kusmayadi, Y. (2017). Sejarah perkembangan pendidikan di Priangan 1900–1942. Jurnal Artefak: History and Education, 4(2), 141–152.

Latifa, U. M. I. (2016). Perkembangan pendidikan modern di Yogyakarta masa kolonial Belanda pada tahun 1900–1942. AVATARA: E-Journal Pendidikan Sejarah, 4(3), 1028–1034.

Maesaroh, N., & Achdiani, Y. (2017). Tugas dan fungsi pesantren di era modern. SOSIETAS, 7(1), 346–352.

Matovu, M. (2013). Education dualism and secularism: An integrated education approach to the education system in Uganda. EDUCARE: International Journal for Educational Studies, 5(2), 117–132.

Muhammad, G. P., & Salindri, D. (2015). Pendidikan pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Surabaya tahun 1901–1942. Publika Budaya, 1(3), 20–34.

Nasution, A. (2022). Manajemen pendidikan Islam: Mengulas esensi dan struktur pendidikan. Guepedia.

Norvaizi, I., & Khoiri, Q. (2025). Perbandingan tujuan, pendidik, peserta didik, materi, metode, dan lingkungan sistem pendidikan Islam dengan pendidikan kolonial Belanda. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 22(1).

Nugroho, R. (2008). Pendidikan Indonesia: Harapan, visi, dan strategi. Pustaka Pelajar.

Nursalim. (2018). Ilmu pendidikan: Suatu pendekatan teoritis dan praktis. Rajawali Pers.

Pakar, S. I. (n.d.). Pendidikan dan pesantren.

Siregar, E. (2016). Kebijakan pemerintah Hindia Belanda terhadap pendidikan kaum bangsawan di Indonesia (1900–1920). Jurnal Education, 3(1), 21–26.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Syaharuddin, & Susanto, H. (2019). Sejarah pendidikan Indonesia (Era pra kolonialisme Nusantara sampai reformasi). Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat.

Van Niel, R. (1960). The emergence of the modern Indonesian elite. W. van Hoeve Ltd.

Yumnah, S., Hendra, Safitri, A., Sukino, A., Mansyur, Ningrum, V. A., Hawa, A. M., Umro, J., Fauzi, A., & Muhyin, N. F. (2025). Dinamika pendidikan Islam kontemporer (1st ed.). PT Pena Cendekia Pustaka.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Muhamad Ihsan Khuluki, Renata Fifa Aulia, Fauziyah Zalfa Attazqiya, & Sutrimo Purnomo. (2026). Jejak Dualisme Pendidikan: dari Pendidikan Eropa hingga Pesantren di Awal Abad ke-20. Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia, 4(2), 01–17. https://doi.org/10.55606/jubpi.v4i2.4327